Rokok elektrik atau vape sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional, tetapi tetap memiliki risiko bagi kesehatan. Vape bekerja dengan memanaskan cairan (liquid) yang biasanya mengandung nikotin, perasa, dan bahan kimia lain, lalu menghasilkan uap yang dihirup. Nikotin bersifat adiktif, dapat mengganggu perkembangan otak remaja, meningkatkan denyut jantung, serta memicu kecanduan jangka panjang. Selain nikotin, uap vape juga dapat mengandung zat berbahaya seperti formaldehida, logam berat, dan partikel halus yang bisa masuk ke paru-paru. Paparan zat-zat ini berpotensi menyebabkan iritasi saluran pernapasan, batuk, sesak napas, hingga gangguan paru-paru jika digunakan terus-menerus. Penggunaan vape juga dapat meningkatkan risiko beralih ke rokok tembakau biasa. Kesimpulannya, meskipun vape sering dipasarkan sebagai alternatif yang “lebih aman”, rokok elektrik tetap berbahaya, terutama bagi remaja dan orang yang belum pernah merokok. Pilihan terbaik untuk kesehatan adalah tidak menggunakan rokok maupun vape sama sekali. dokter Spesialis Paru dr. Hafiz Hari Nugraha, Sp.P
